HOBIKU ADALAH NGESEX

cerita bokep cerita mesum cerita ngentot cerita porno cerita sex bergambar film panas. foto bugil foto model lesbian lonteku Memek 2018 pecah perawan

HOBIKU ADALAH NGESEX

CERITA SEX-Namaku Miko, aku adalah seorang pria lajang berumur 25 tahun yang berkerja di salah satu perusahaan asing di daerah kuningan, Jakarta. Sebagai Pria lajang, dulunya aku tinggal bersama orang tuaku di perumahan komplek militer. Namun karena aku adalah seorang Pria yang sudah dewasa, maka akupun memutuskan untuk mandiri.

Sungguh memang sudah rejekiku, ketika aku memang bermaksud untuk tinggal sendiri kebetulan saudaraku menawarkan aku untuk menghuni apartemen miliknya, karena dia akan dibawa untuk tinggal bersama suaminya ke Malang, jawa timur. Pada hari pertama aku akan tinggal di apartemen saudaraku itu, maka aku harus lapor kepada Pengurus Apartemen.

Setelah melapor aku dimintai untuk ikut menjaga adik perempuan ketua pengurus apartemen yang kebetulan adiknya tinggal di sebelah kamar apartemen saudaraku, adik perempuan ketua pengurus apartemen itu ternyta bernama Tante Silvi . Singkat cerita Hari kedua akupun sebagai penghuni baru mulai mencoba berkenalan dengan Tante Silvi .

Dan ternyata setelah berkenalan ternyata beliau tidak terlalu tua, dan jika aku perkirakarakan usianya sekitar 35 tahunan. Tante Silvi ini tipe wanita yang ramah dan baik sekali. Namun dalam perkenalan dan obrolan kami saat itu aku agak sedikit heran, karena pada usianya yang sudah terhitung matang sekali tante Silvi belum juga menikah
Yah mungkin saja tante Silvi punya masih focus dengan karirnya kali yah, karena aku melihat pada usianya yang segitu dia sudah mapan sekali kehiduoanya, buktinya tante Silvi sudah mempunyai apartemen dan 2 mobil All New CRV dan All new civic. Tante Silvi ini mempunyai 2 pembantu, yang satu supir dan yang satu asisten rumah tangga di apartemennya.

Sampai pada suatu hari Tante Silvi menitipkan kunci Apartemennya karena pada saat itu pembantu dan supirnya sedang cuti karena pada saat itu hari raya idul fitri. Sehingga beliau tingal di rumah kakaknya di lantai 12. Oh iya gambaran Tante Silvi sebagai berikut, dia mempunyai tinggi badan sekitar 166 cm, mempunyai pinggul yang besar, pantat yang bulat, pinggang yang ramping, perut singset dan ukuran Bra sekitar 34B.


Hal itu bisa dimiliki oLeh Tante Silvi karena tante Silvi rajin senam aerobic, fitness, dan renang yang diikutinya secara rutin. Dengan wajah cantik dan warna kulit yang putih bersih, wajarlah jika Tante Silvi menjadi impian banyak lelaki baikbaik maupun lelaki hidung belang.

Hingga pada suatu sore, saat saya pulang kerja saya mendengar ada ketukan pintu di apartemenku , kemudian saya intip dari lubang pintu ternyata Tante Silvi ,

Iya sebentar, oh ada tante ada yang bisa saya bantu tante ???, ucapku sambil membuka pintu.

Ngga Ndro ada surat atau tagihan kartu kreditku ngga dari Front Office depan?, jawab Tante Silvi .

Sepertinya ngga ada tante, jawabku

Eh aku numpang ke kamar mandimu ya, sambil meringis, mungkin dia udah kebelet pips he he he.

Silahkan tan tapi kamar mandinya ngga sebersih punya tante lho maklum bujangan, ucapku sambil tertawa.

Ngga apa apa, jawabnya.

Baru aku sadar bahwa Tante Silvi memakai baju training tipis mungkin baru lari atau fitness di lantai 2,

Abis lari ya tan, tanyaku.

Iya tapi nyari kamar mandi susah mana liftnya lama lagi, ujar Tante Silvi sambil ngeloyor ke kamar mandiku.

Sambil jalan ke dapur aku berfikir kok kayaknya ada yang salah ya dengan membiarkan si tante ke kamar mandi tapi apa ya ?. Ya ampun tadi khan aku lagi nonton film porno di laptop memang kebetulan mau onani sih maklum belum ada pasangan/pacar. Wah mati gue ketahuan dah sama Tante Silvi . Ah bodo amat bodo amat kaya dia ngga pernah muda aja.

Begitu keluar dari kamar mandi si tante senyumsenyum, wah malu deh aku,

Hayo kamu tadi lagi ngapain Ndro? tanya si tante.

Ngga ngapangapain kok Tan, jawabku sambil menunduk kebawah.
Dan tanpa saya sadari tibatiba dia mencekal tangan saya,

Ndro, ujarnya tibatiba dan terlihat agak sedikit raguragu.

Ya Tante ?, Jawab saya.

Eee nggak jadi deh, Jawabnya raguragu.

Ada yang bisa saya bantu, Tante ?, Tanya saya agak bingung karena melihat keraguraguannya.

Eee nggak kok. Tante cuma mau nanya, jawabnya dengan raguragu lagi.

Kamu sering ya nonton film itu di kamar mandi ?, tanya dia.

Iya sih tan. Maklum tan belum punya pasangan ?, jawab ku terpaksa.

Terus pake sabun ya ? he he he, ucap Tante Silvi sambil tertawa.

Iya tan, udah ah aku tengsin nih malu ditanya terus, Tegasku sambil ngomel.

Jangan marah dong , biasa lagi bujangan yang penting jangan main pelacur, jorok nanti kena penyakit, jawab Tante Silvi .

Eee mau , dibantuin Tante nggak ?, sambungnya.

Maksud tante ?, Tanyaku.

Wah ibarat ada lanjutan dari film ku tadi nih. Kayaknya si tante horni abis,

Iya kamu nonton bareng tante khan biar ngga malu lagi, sambil melayang tangan Tante Silvi ke selangkangan ku.

Sana ambil laptop mu, ucapnya.

Asik banget dah pikirku tanpa tendeng alingaling aku berlari kekamar madi dan membawa keluar laptop itu. Kemudian aku setel lebih dulu film yang tadi saya tonton dan belum habis. Beberapa menit kemudian Tante Silvi duduk disebelahku sambil membawa teh panas dengan wangi tubuh yang segar.

Saya selidiki tiap sudut tubuhnya yang masih terbalut baju training dan kemudian beliau melepas atasannya sehingga terlihat tanktop tipis biru muda yang agak menerawang tersebut, sehingga dengan leluasa mata saya melihat puncak buah dadanya karena dia tidak memakai Bra. Tanpa kusadari, di antara degupan jantungku yang terasa mulai keras dan kencang.

Saat itu kelaminku juga sudah mulai menegang. Dengan santai dia duduk tepat di sebelahku, dan ikut menonton Film Porno yang sedang berlangsung,

Cakepcakep juga yang main, akhirnya dia memberi komentarnya.

Dari kapan Ndro mulai nonton film beginian ?, tanyanya.

Udah dari dulu Tante, ucapku.

Mainnya juga bagus dan tidak kasar. Ndro udah tahu rasanya belum ?, tanya dia lagi.

Ya sempet sih tan waktu di rumah sakit sama suster, ucapku.

Wah enak dong lagi sakit di servis suster, tanggapanya.

Iya tapi udah lama tan udah lupa rasanya, tapi kata tementemen sih enak. Emang kenapa Tante, mau ngajarin saya yah? Kalau iya boleh juga sih, ucapku.

Ah Ndro ini kok jadi nakal yah sekarang, , ujarnya sambil mencubit lenganku.

Tapi bolehlah nanti Tante ajarin biar kamu tahu rasanya, , tambahnya dengan sambil melirik ke arahku dengan agak menantang.

Tidak lama berselang, tibatiba Tante Silvi menyenderkan kepalanya ke bahuku. Seketika itu pula aku langsung membara. Tapi aku hanya bisa pasrah saja oleh perlakuannya. Sebentar kemudian tangan Tante Silvi sudah mulai mengusapngusap daerah tubuhku sekitar dada dan perut.
Rangsangan yang ditimbulkan dari usapannya cukup membuat aku canggung.


Jujur, karena baru kali ini aku diperlakukan oleh seorang wanita yang usianya diatasku. Kelaminku sudah mulai semakin berdenyutdenyut siap bertempur. Kemudian Tante Silvi mulai menciumi leherku, lalu turun ke bawah sampai dadaku. Sampai di daerah dada, dia menjilatjilat ujung dadaku, secara bergantian kanan dan kiri.

Tangan kanan Tante Silvi juga sudah mulai masuk ke dalam celanaku, dan mulai mengusapusap kelaminku. Karena dalam keadaan yang sudah sangat terangsang, aku mulai memberanikan diri untuk meraba celana yang dia pakai. Aku remas payudaranya dari luar tanktop, dan aku remasremas, terkadang aku juga mengusap ujungujung tersebut dengan ujung jariku,

Sssss Oughh ya situ, ucapnya setengah berbisik.

Tibatiba dia memaksa lepas celana pendekku, dan diusapnya kelaminku. Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh nafsu yang sangat membara. Dan dia mulai menjulurjulurkan lidahnya di dalam mulutku. Sambil berciuman tanganku mulai bergerilya melalui celana trainingnya yang aku pelorotkan ke bawah.

Sesampainya pada permukaan celana dalamnya, yang rupanya sudah mulai menghangat dan agak lembab. Aku melepaskan celana dalam Tante Silvi . Satu persatu kami membuka baju, sehingga kami berdua menjadi telanjang bulat. Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan Vaginanya.
Dia kelihatan agak kaget ketika merasakan jariku bermain di daerah seputar clitorisnya. Lama kelamaan Aku masukkan satu jariku, lalu jari kedua,

Aghhh Ssssss Oughhh terus Ndro, terus, ucap lirih Tante Silvi .

Ketika jariku terasa mengenai akhir lubangnya, tubuhnya terlihat agak bergetar,

Eughhh Ndro terus, Aghhh Sssss Aghhh enak, sebentar lagi, Oughhh, ujar Tante Silvi .

Seketika itu pula dia memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu. Aku merasakan bahwa tubuhnya agak bergetar (yang kemudian baru aku tahu bahwa dia sedang mengalami orgasme). Beberapa saat tubuhnya mengejangngejang menggelepar dengan hebatnya. Yang diakhiri dengan terkulainya tubuh Tante Silvi yang terlihat sangat lemas di sofa,

Aku kapan Tante, kan aku belum dienakin sama Tante?, tanyaku.

Nanti dulu yah sayang, sebentar, beri Tante waktu untuk istirahat sebentar aja, ucap Tante Silvi .
Tapi karena sudah sangat terangsang, kuusapusap bibir Vaginanya sampai mengenai clitorisnya, aku dekati payudaranya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas payudara yang satunya. Sehingga rupanya Tante Silvi juga tidak tahan menerima paksaan rangsanganrangsangan yang kulakukan terhadapnya.

Sehingga sesekali terdengar suara erangan dan desisan dari mulutnya yang Sexy. Aku usapusapkan kelaminku yang sudah sangat amat tegang di bibir Vaginanya sebelah atas. Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluanku menuju lubang Vaginanya. Pelanpelan saya dorong kelaminku agar masuk semua.

Kepala Penisku mulai menyentuh bibir Vagina Tante Silvi ,

Sssss Aghhhh. rasanya benarbenar tidak bisa kubayangkan sebelumnya.

Lalu Tante Silvi mulai menyuruhku untuk memasukan kelaminku ke liang Vaginanya lebih dalam dan pelanpelan. So wow Man baru masuk kepalanya saja aku sudah tidak tahan, lalu Tante Silvi mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang kelaminku yang perkasa ini bisa masuk lebih dalam.

Bagian dalam Vaginanya sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak seret, mungkin karena sudah lama tidak dipergunakan. Namun Tante Silvi tetap memaksakannya masuk,
Oughhhh Ndro, Desah Tante Silvi .

Saat itu rasanya memang benarbenar luar biasa walaupun kelaminku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa. Lalu terdengar suara erangan Tante Silvi . Lalu Tante Silvi mulai menyuruhku untuk menggerakkan kemaluanku di dalam Vaginanya, yang membuatku semakin gila. Dia sendiri pun mengerangngerang dan mendesah tak karuan.

Beberapa menit kami begitu hingga suatu saat, seperti ada sesuatu yang membuat liang Vaginanya bertambah licin, dan makin lama Tante Silvi terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang membuat dia berteriak dan mengerang dengan sejadijadinya karena tidak kuasa menahannya. Lalu tibatiba kejantananku terasa seperti disedot oleh liang senggama Tante Silvi .

Tibatiba dindingdinding Vaginanya terasa seperti menjepit dengan kuat sekali, bisabisa kalau begini terus aku bisa ngecrott cepet nih,

Sssss Aghhhhhhhhhhhhhh Tante keluar lagi nih, ucapnya dengan keras.

Saat itu juga makin basahlah di dalam Vagina Tante Silvi , tubuhnya mengejang kuat seperti kesetrum, ia benarbenar menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak karuan. Dan akhirnya Tante Silvi terkulai lemas, tapi kelaminku masih tetap tertancap dengan mantap.

Aku mencoba membuatnya terangsang kembali karena aku belum apaapa.

Tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kanan, sambil sesekali kupilinpilin ujungnya dan kuusapusap dengan ujung jari telunjukku. Sedang payudara kirinya kuhisap sambil menyapu ujungnya dengan lidahku,

Sssss Oughhh Aghhhh, desah Tante Silvi sudah mulai terdengar lagi.

Aku memintanya untuk berganti posisi dengan doggy style. Aku mencoba untuk menusukkan kelaminku ke dalam liang Vaginanya, pelan tapi pasti. Kepala Tante Silvi agak menengok ke belakang dan matanya melihat mataku dengan sayu, sambil dia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul. Sedikit demi sedikit aku coba untuk menekannya lebih dalam.

Kelaminku terlihat sudah tertelan semuanya di dalam Vagina Tante Silvi , lalu aku mulai menggerakkan kelaminku perlahanlahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat. Dengan gaya seperti ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak seperti gaya konvensional yang tadi.

Aku terus menggerakkan pinggulku dengan tangan kananku yang kini meremas payudaranya, sedangkan tangan kiri kupergunakan untuk menarik rambutnya agar terlihat lebih merangsang dan Sexy,

Sssss Aghhh Oughhh terus Ndro terus Aghhh Oughhh, Tante Silvi terus mengerang.

Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Silvi merasa akan orgasme lagi sambil mengerang dengan sangat keras sehingga tubuhnya mengejangngejang dengan sangat hebat, dan tangannya mengenggam bantalan sofa dengan sangat erat. Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh terkulai lemas menempel pada sofa itu.

Saat itu lututnya terus menyangga pantatnya agar tetap di atas, dan aku merasa kelaminku mulai berdenyutdenyut dan aku memberitahukan hal tersebut padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun. Yang keluar dari mulutnya hanya desahan dan erangan kecil, sehingga aku tidak berhenti menggerakkan pinggulku terus.

Aku merasakan tubuhku agak mengejang seperti ada sesuatu yang tertahan, sepertinya semua tulangtulangku akan lepas dari tubuhku, tanganku menggenggam buah pantat Tante Silvi dengan erat, yang kemudian diikuti oleh keluarnya cairan maniku di dalam liang Vagina Tante Silvi . Tubuhku terasa sangat lemas sekali.

Setelah kami berdua merasa agak tenang, aku melepaskan kelaminku dari liang nikmat milik Tante Silvi . Dengan raca kecapaian yang luar biasa Tante Silvi membalikkan tubuhnya dan duduk di sampingku sambil menatap tajam mataku dengan mulut yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi permukaan Vaginanya.

Wah kok ngga ditarik sih Ndro, nanti aku hamil lho ?, tanyanya dengan suara yang agak bergetar.

Maaf tan aku lupa abis keenakan sih, jawabku

Ya sudahlah tapi lain kali kalau sudah kerasa kayak tadi itu langsung buruburu dicabut dan dikeluarkan di luar ya ?, ujarnya menenangkan diriku yang terlihat takut.

I iiya Tante, jawabku sambil menunduk.

Ya santai aja aku sebenarnya udah minum pil kok Ndro, jawan Tante Silvi .

Wah rupanya nih tante udah pengalaman dalam hal beginian, tapi ngga apaapa dah gua belagak culun aja. Kemudian kami berpelukan di sofa, dan melakukan perbuatan itu sekali lagi tapi di kamar mandi. Doggie style terus bro, mantap. Itulah sepenggal cerita sex pada kehidupan nyataku yang telah aku curahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *